Tampilkan postingan dengan label Pramoedya Ananta Toer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramoedya Ananta Toer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Januari 2011

Buku-buku yang Dilarang !

1.Pramoedya Ananta Toer, Hoakiau di Indonesia, dilarang oleh penguasa militer pada 1959  

2.Sabar Anantaguna, Yang Bertanahair tapi Tak Bertanah, dilarang oleh penguasa militer

3.Mohammad Hatta, Demokrasi Kita, dilarang oleh penguasa militer pada 1960

4.Agam Wispi, Yang Tak Terbungkamkan, dilarang oleh penguasa militer pada 19 Juli 1961 

5.Agam Wispi, Matinya Seorang Petani (Djakarta: Bagian Penerbitan Lekra, 1961), dilarang oleh penguasa militer pada 1961 

6.Soepardo S.H. dkk., Manusia dan Masyarakat Baru Indonesia, dilarang oleh Pembantu Mentri P.D. dan K Bidang Teknis Pendidikan Kol. (Inf.) Drs. M. Setiadi Kartohadikusumo pada 30 November 1965

7.Pramoedya Ananta Toer, Keluarga Gerilya, dilarang oleh Pembantu Mentri P.D. dan K Bidang Teknis Pendidikan Kol. (Inf.) Drs. M. Setiadi Kartohadikusumo pada 30 November 1965

8.Pramoedya Ananta Toer, Perburuan, dilarang oleh Pembantu Mentri P.D. dan K Bidang Teknis Pendidikan Kol. (Inf.) Drs. M. Setiadi Kartohadikusumo pada 30 November 1965

Pelarangan Buku di Indonesia !

 
            Praktek pelarangan buku di Indonesia muncul pertama kali pada akhir 1950an, seiring dengan meningkatnya kekuasaan militer dalam perpolitikan Indonesia. Sejumlah perwira militer yang menamakan gerakannya PRRI/Permesta dan DI/TII memberi dalih pada KSAD Mayjen AH Nasution selaku Penguasa Militer, untuk melarang peredaran barang-barang cetakan yang dianggap memuat atau mengandung ‘ketjaman-ketjaman, persangkaan (insinuaties), bahkan penghinaan’ terhadap pejabat negara, memuat atau mengandung ‘pernjataan permusuhan, kebencian atau penghinaan’ terhadap golongan-golongan masyarakat, atau menimbulkan ‘keonaran’